| Atera Pastry Sous Chef Sumaiya Bangee mengatakan, "#HijabToMe adalah menyelipkannya di bawah kerah baju koki saya sehari-hari dan mengejar passion saya." |
New York Times baru-baru ini menerbitkan sebuah "panduan" untuk jilbab Muslim. Artikel tersebut dimaksudkan untuk menerangi konsep Islam yang mempromosikan nilai kesopanan, dan gambar yang terkait menunjukkan gaya khusus dalam berhijab untuk beberapa negara. Penggunaan hijab sering kali menimbulkan salah persepsi persepsi di mata orang lain bahwa penggunaan jilbab untuk menutupi kekurangannya.
Dalam iklim politik saat ini, jilbab telah menjadi lebih dari sekedar simbol spiritual dan nilai kesopanan. Pada satu titik, perempuan yang bekerja di posisi pemerintahan tidak diperbolehkan untuk memakainya di Turki. Di Perancis, niqab - versi dari jilbab yang menutupi wajah - dilarang. Di bidang kontraterorisme, beberapa melihat jilbab sebagai manifestasi dari ekstremisme. Dan berbagai serangan Islamofobia terus meningkat di Amerika Serikat. Apakah hal ini menimbulkan ketakutan di kalangan perempuan Muslim, terutama mereka yang memakai jilbab, bahwa mereka akan menjadi korban kekerasan?
Dalam hal ini, The Huffington Post meminta perempuan dari seluruh Internet untuk menunjukkan tentang betapa indah beragam jilbab dengan hashtag #HijabToMe. Dengan menunjukkan berbagai cara wanita memilih untuk mengikat jilbab mereka dan berbagai makna yang diperlukan untuk mereka, kami berharap untuk menawarkan pembaca untuk mngetahui sekilas keragaman wanita Muslim yang mengenakan jilbab. Perempuan Muslim diminta untuk memasukkan gambar dari diri mereka sendiri bersama dengan penjelasan singkat tentang apa arti memakai jilbab bagi diri mereka sendiri.
Coba lihat gambar menarik dan silahkan bergabung dengan percakapan di bagian komentar di bawah ini menggunakan hashtag #HijabToMe
Sumber : http://www.huffingtonpost.com/entry/the-beautiful-reasons-why-these-women-love-wearing-a-hijab_us_57320575e4b0bc9cb0482225




0 komentar